Bagian 2: Jalur darat itu asik! ( Lombok + Rinjani )
Selama dalam perjalanan Jakarta-Surabaya, tak banyak ngobrol. Karena saya dan Rizky mendapat tempat duduk berbeda dari Rahmat dan Tomy. Saya pun hanya bisa mengobrol dengan Rizky sambil di selingkan dengan mendengarkan lagu bernuansa travel. Yaa seperti lagu yang menjadi backsound MTMA.
Awalnya kami berempat bingung mau menunggu kereta Surabaya-Banyuwangi dimana. Jarak waktu yang cukup lama membuat kami luntang-lantung, entah mau ke mana. Akhirnya kami keluar mencari tempat beristirahat. Tak lama kami melihat Circle K, kami putuskan beristirahat di sana, walaupun tak bisa rebahan setidaknya bisa meluruskan kaki yang sudah terlalu lama menekuk di dalam kereta.
Jam sudah menunjukkan pukul 9, kereta pun tiba dan waktunya berangkat ke Stasiun Banyuwangi Baru.
BANYUWANGI
Setiba-nya di Banyuwangi kami bergegas menuju Pelabuhan Ketapang. Jarak dari stasiun ke pelabuhan pun cukup dekat, hanya berjarak 420m atau hanya menghabiskan waktu 6-10 menit dengan berjalan kaki. Tapi karena jaraknya cukup dekat, kami membeli makan di pintu masuk stasiun. Saya lupa makan apa, semacam nasi kucing gitu, porsinya cukup sedikit. Yang lain makan, saya menumpang ke toilet Indoapril hahaha
Dirasa cukup kenyang, kami langsung ke pelabuhan. Tiket per-orang kalau tidak salah 5.000,- Dengan estimasi waktu 15 menit ke pelabuhan Gilimanuk.
Setelah kurang lebih 15 jam perjalanan, akhirnya sampai di Stasiun Gubeng, Surabaya pukul 1.15 dinihari. Kami istirahat sejenak dalam stasiun dan sempat ke toilet untuk membasuh muka agar tak mengantuk.
![]() |
| Stasiun Gubeng |
Awalnya kami berempat bingung mau menunggu kereta Surabaya-Banyuwangi dimana. Jarak waktu yang cukup lama membuat kami luntang-lantung, entah mau ke mana. Akhirnya kami keluar mencari tempat beristirahat. Tak lama kami melihat Circle K, kami putuskan beristirahat di sana, walaupun tak bisa rebahan setidaknya bisa meluruskan kaki yang sudah terlalu lama menekuk di dalam kereta.
Tidak enak rasanya jika hanya menumpang duduk saja. Saya dan yang lain membeli rokok dan minuman kopi. Dan kebetulan setelah keluar Circle K, ada tukang nasi goreng. Tak pikir panjang saya membelinya.
Saat nasi goreng siap untuk di makan, saya tersadar kalau nasi goreng Surabaya itu warnanya merah. Tapi cukup enak dan membuat kenyang. Karena perut sudah tak lagi peduli memilih-milih makanan, yang ada itu yang saya santap.
5 jam berlalu. Kami mencoba beranjak untuk melihat sekitar Stasiun Gubeng. Ketika pagi, saya baru tersadar kalau Surabaya cukup bersih sekali. Entah di wilayah Surabaya lainnya bersih juga atau tidak, di dekat stasiun membuat saya pribadi nyaman.
Lalu kami mencoba ke Museum Kapal Selam, namun sayang sekali masih tutup. Tidak tahu dan tidak sempat googling untuk mengetahui buka jam berapa, akhirnya kami hanya foto di depan gerbang Museum Kapal Selam. Itu cukup untuk meninggalkan jejak dan kenangan bagi saya.
![]() |
| Depan Museum Kapal Selam |
![]() |
| Museum Kapal Selam |
![]() |
| Rizky, Saya, Rahmat, dan Tomy |
Jam sudah menunjukkan pukul 9, kereta pun tiba dan waktunya berangkat ke Stasiun Banyuwangi Baru.
BANYUWANGI
Setiba-nya di Banyuwangi kami bergegas menuju Pelabuhan Ketapang. Jarak dari stasiun ke pelabuhan pun cukup dekat, hanya berjarak 420m atau hanya menghabiskan waktu 6-10 menit dengan berjalan kaki. Tapi karena jaraknya cukup dekat, kami membeli makan di pintu masuk stasiun. Saya lupa makan apa, semacam nasi kucing gitu, porsinya cukup sedikit. Yang lain makan, saya menumpang ke toilet Indoapril hahaha
Dirasa cukup kenyang, kami langsung ke pelabuhan. Tiket per-orang kalau tidak salah 5.000,- Dengan estimasi waktu 15 menit ke pelabuhan Gilimanuk.
Foto diatas sedang menunggu kapal berlayar. Maklum sedikit telat berangkat. Namun ada hal unik, anak-anak di sekitaran pelabuhan sedang berenang untuk menangkap koin yang di lempar oleh penumpang dari atas kapal. Mereka jago berenang. Anak laut banget pokoknya hahaha
Bersambung...
Baca juga bagian 1 👇👇








Dear Bang Nu, lu udah keren nulisnya. Tapi gue mau koreksi sedikit kalimat yang nggak efektif. Kalo belajar terus pasti lu keren dah nulisnya. Semangat!
ReplyDeleteThank you Zahra. Coba kasih tau by Whatsapp 😁
ReplyDelete