Pendakian Mistis Gunung Gede Pangrango (1/2)

Bermula ketika saya dan 3 teman saya merencanakan pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada bulan April di tahun 2015. Saya dan 3 teman yang sebenarnya pemula dalam hal pendakian memberanikan diri untuk melakukan pendakian ini.

Persiapan sudah matang, mulai dari peralatan pendakian, logistik, P3K, Semuanya sudah kita atur dan siapkan. Pada hari pendakian di pagi hari sekitar jam 8 setelah semua simaksi selesai, kami melakukan pendakian melalui jalur Cibodas.
*Untuk estimasinya dari basecamp – puncak Pangrango 7 jam 35 menit – 8 jam

Tapi sayangnya kami ber-empat sudah terlalu capek saat tiba di Kandang Badak. Saat tiba jam menunjukan pukul 15.00, dimana yang seharusnya di waktu tersebut kami sudah sampai di puncak, tapi nyata-nya tidak. Dari awal pendakian sampai di Kandang Badak kami berempat tidak menemukan hal ganjil, mungkin karena pendakian kami saat siang hari.

Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan pukul 15.30. Sebelumnya saya sudah tahu kalau dari Kandang Badak sampai puncak Pangrango itu 3-4 jam, tapi kami tiba tidak sesuai rencana. Kondisi alam jugalah yang membuat kami begitu lama di pendakian. Terlebih ketika saat memasuki trek ke arah Puncak Pangrango, itu sangat sulit. Mulai dari jalan yang setapak, tanjakan yang extreme dan juga pohon pohon tumbang yang menghambat perjalanan kami.

Karena pohon yang tumbang itu melintang di jalur pendakian, otomatis setiap melewati pohon yang melintang kami selalu melepas ceril dan memakai kembali setelah melewati-nya. Dan itu terjadi beberapa kali.

Sampai dimana kami benar benar lelah, kami memutuskan istirahat di bawah tanjakan yang sedikit curam sambil memasak kopi dan mie instan. Saya hanya istirahat dan tidak nafsu makan. Sedangkan 3 teman saya makan. Di tempat itu, hawa sudah mulai tidak enak. Saya merasa kami berempat di kelilingi makhluk tak kasat mata. Disaat itu juga saya meminta 3 teman saya untuk cepat menghabiskan makanannya untuk segera melanjutkan perjalanan.

Dengan rasa ketakutan yang besar kami tetap berjalan tertatih tatih. Tepat jam 21.00 kami baru sampai di puncak Pangrango. Total waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke Puncak Pangrango sekitar 13 jam. Lama!

Saat sampai bergegas lah untuk mendirikan tenda, disinilah keanehan keanehan terjadi. Tenda pertama kami dirikan, dan berhasil. Tenda kedua kami siapakan, frame sudah disusun. Tapi keanehan terjadi, frame tenda yang seharusnya sama malah panjang sebelah, otomatis tenda tidak bisa berdiri sempurna.

Kami berempat sampai bongkar ulang beberapa kali untuk meyakinkan kalau frame dan tenda cocok, sesuai ukuran. Tapi sudah berulang kali tetap saja tidak bisa berdiri. Saya disitu sudah kesal sampai membentak 3 teman saya itu. Tapi akhirnya saya putuskan untuk mendirikan tenda apa adanya tanpa menggunakan pasak.


 ( Padahal ketika sampai dirumah, dan di cek sama teman saya, tenda yang saya pakai bisa berdiri sempurna dan bisa di pakaikan pasak. Saya mulai menyadari kenapa tenda tidak bisa berdiri, mungkin karena tenda saya berada di atas petilasan! )

Akhirnya keesokan harinya, masih di puncak Pangrango saya melanjutkan turun ke Mandalawangi. Mandalawangi itu ada dibawah puncak Pangrango, sekitar 5 menit saja untuk sampai disana.
Mandalawangi itu sunyi, sepi, tidak begitu ramai seperti Surya Kencana. Maka dari itu kenapa saya sangat jatuh cinta dengan Mandalawangi.

Setelah foto foto dan puas dengan keindahan Mandalawangi, kami bergegas untuk naik ke puncak dahulu lalu prepare untuk turun gunung dari puncak Pangrango. Sekitar jam 10 pagi saya turun melalui jalur yang sama, yaitu Cibodas. Saat perjalanan baru 15-30 menit, kaki saya terkilir karena terpleset dan saat itu saya bawa ceril 70+5L.

Perjalanan turun saya lanjutkan walau jalan terpincang pincang, karena kaki kanan saya tidak bisa di tekuk sama sekali. Dan yang paling seram saat turun bukan karena kaki saya terkilir, tapi ada beberapa gangguan makhluk ghoib penunggu Gn. Gede Pangrango.

Saat itu saya melihat…

*Bersambung...

Comments

Popular Posts