Pengetahuan tentang S.T.O.P dalam pendakian

Beberapa tahun belakangan ini, kegiatan mendaki gunung sangatlah diminati. Tidak hanya mengisi waktu luang tapi mendaki gunung menambah banyak manfaat yang bisa kita dapatkan.
Mendaki gunung penuh dengan resiko tinggi, apalagi jika di lakukan oleh pemula. Bukan hanya resiko medis, akan tetapi banyak resiko yang jauh lebih berbahaya, bahkan kematian.

Banyak pendaki yang di laporkan hilang hingga meninggal. Biasanya terjadi karena mereka tersesat dari rombongan karena cuaca gunung tersebut yang kurang bersahabat. Bahkan bukan hanya pendaki pemula yang bisa tersesat, pendaki yang berpengalaman pun bisa saja tersesat.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika tersesat? Saya ada beberapa tips, tips ini saya dapat dari teman sependakian saya yang jauh lebih berpengalaman dari saya dan tips ini juga memungkinkan kalian bisa selamat ketika tersesat di gunung. Usahakan ketika tersesat tidak usah panik, karena kalau panik, kita tidak bisa berpikir dan bertindak dengan jernih. Di kalangan pendaki tips/prinsip ini di kenal dengan S.T.O.P saat tersesat.

S ( Stop )
Ketika kamu menyadari bahwa kamu tersesat, tindakan pertama yang kamu lakukan adalah Stop atau berhenti. Dengan berhenti kamu akan lebih tenang dan dapat melakukan tindakan selanjutnya. Kondisi tersesat biasanya disadari tika kamu telah berjalan melenceng terkalu jauh ri jalur pendakian, sehingga tika tersesat emungkinan kamu ah kehilangan banyak energi dan berada pada kondisi yang lelah. Dengan berhenti dan berustirahat, maka kamu akan lebih rileks tenang.

T ( Thinking )
Ketika sudah berhenti dan sudah tidak lelah, hal selanjutnya yang kamu lakukan adalah Thinking atau berfikir. Dengan begitu kamu mampu mengingat dari arah mana kamu muncul dan memperkirakan sejak berada dimana kamu mulai tersesat atau keluar dari jalur pendakian. Dengan mengingat hal-hal tersebut kamu bisa kembali bergerak menuju tempat terakhir sebelum kamu tersesat.

O ( Observing )
Lakukan observasi lingkungan di sekitarmu. Carilah tanda atau hal lain yang dapat menuntun kamu kembali jalur pendakian. Perhatikan juga kondisi lingkungan sekitar kamu, jika memungkinkan untuk bergerak maka berjalanlah setelah mengetahui ke arah mana kamu harus bergerak. Jika tidak memungkinkan untuk berjalan, maka tunggulah hingga keadaannya mendukung, misalnya ketika kamu tersesat di malam hari, maka tunggulah hingga matahari terbit.

P ( Planning )
Setelah kamu berhenti, berpikir dan meng-observasi lingkungan sekitar. Cobalah untuk menyusun sebuah rencana mengenai hal apa aja yang akan kamu lakukan. Dengan menyusun rencana yang baik, kamu akan lebih terarah dan kemungkinan untuk kembalu ke jalur pendakian lebih besar.
Resiko tersesat bisa terjadi pada siapa saja, pendaki pemula, pendaki berpengalaman atau bahkan pendaki yang sudah berulang kali mendaki gunung tersebut.

Dengan mengenal tips atau prinsip S.T.O.P ini peluang selamat ketika kamu tersesat akan lebih besar. Dan perlu kamu ingat, untuk menjalankan atau menerapkan prinsip S.T.O.P saat tersesat, usahakan kamu jangan panik. Karena kalau kamu panik, kamu bisa melakukan hal yang di luar dugaan, dan otomatis peluang untuk selamat dan kembali pulang sangatlah kecil.

Safety first and let’s adventure!

Comments

Popular Posts