Who's Soe Hok Gie and Christopher McCandless?
Sebagai seorang pendukung hidup yang dekat dengan alam, Soe seperti dikutip Walt Whitman dalam buku hariannya: "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi."
Pada tahun 1965, Soe membantu mendirikan Mapala UI, organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa. Dia menikmati kegiatan hiking, dan meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi Semeru sehari sebelum ulang tahun ke 27. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Dia dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat.
Sebelumnya, dia (Soe Hok Gie) dimakamkan di Menteng Pulo. Kemudian dipindahkan ke sini. Yang memotori itu, Yayasan Palang Hitam,"
Adapun jalan cerita pemakaman itu, bahwa Kebon Jahe Kober sudah ada sejak tahun 1795. Dengan luas awal 5,5 hektare dan sekarang tersisa 1,3 hektare. Pada tanggal 9 Juli 1977, makam tersebut resmi menjadi Museum Taman Prasasti. Bertepatan dengan itu, pengangkatan seluruh jenazah dilakukan untuk pemugaran.
"Keluarga mendiang tidak terima. Kemudian jenazah Soe Hok Gie dikremasi. Setelah itu, abu jenazahnya ditebar di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango, Jawa Barat,"
Meskipun demikian, para pengunjung Museum Taman Prasasti dapat melihat dengan jelas nisan Soe Hok Gie.
Soe pernah mengutip dari seorang filsuf Yunani;
"Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."
Christopher Johnson "Chris" McCandless ( 12 Februari 1968 – kurang lebih bulan Agustus 1992) adalah seorang pejalan kaki dan seorang petandang asal Amerika Serikat.
Usai lulus dari perguruan tinggi sejak tahun 1990, mulailah McCandless melakukan perjalanan mengelilingi Amerika Serikat lalu akhirnya ia bepergian ke Alaska dengan menumpangi sebuah kendaraan di bulan April 1992. Saat di sana, ia berangkat menuju suatu jalan setapak yang dinamai Stampede Trail dengan membawa perlengkapan yang amat sedikit dan mengharapkan kehidupan yang sederhana di tengah-tengah alam.
Hampir selama empat bulan kemudian, tubuh McCandless yang telah membusuk dengan hanya memiliki berat badan 30 kilogram itu telah ditemukan oleh para pemburu dalam sebuah otobus yang digunakan oleh McCandless sebagai tempat pernaungan pedalaman di sepanjang Stampede Trail yang berada di tepi timur dari Sungai Sushana.
McCandless mati setelah memakan tubuhan yang beracun untuk bertahan hidup.
Seperti di ketahui, McCandless sempat ingin kembali pulang, tapi Alam menginginkan dia tetap tinggal. Yaa semenjak dia tiba, dia memang sudah berada musim salju, karena itu ketika dia ingin kembali musim salju pun sudah berlalu dan jalan yang sebelumnya dia lewati sekarang berubah jadi air, sungai yang sangat deras, sungai itu adalah Sungai Teklanika.
Memang kehidupan tidaklah sempurna jika kalian hanya berdiam diri di zona nyaman kalian. Karena sejatinya kalian adalah manusia yang di kirim ke bumi tidak hanya untuk Sekolah, Kuliah dan Mati.




Comments
Post a Comment